Sunday, March 17, 2019

Pria Ini Rebut Senjata dan Usir Teroris dari Masjid Saat Penembakan Di Selandia Baru

WELLINGTON - Aksi heroik seorang pria asal Afghanistan berhasil mencegah jatuhnya korban lebih banyak dalam penembakan di Masjid Linwood, Christchurch, Selandia Baru. Pria tersebut dengan berani mengambil senjata pelaku penembakan dan mengusirnya keluar dari masjid.

Abdul Aziz, ayah dari empat anak, nekat menghadapi pelaku ketika para korban bertumbangan di Masjid Linwood. Ia mengambil salah satu senjatanya dan mengejar pelaku. Ia mengaku mencoba menembak pelaku, tetapi tidak ada yang terjadi ketika menarik pelatuknya.


"Dia membawa pistol lain di tangannya dan menyalakannya dan mulai menembaki saya, dan saya hanya merunduk di antara mobil-mobil dan berlari," ujarnya.


"Saya ingin dia mengejar saya di tempat parkir karena itu akan menyelamatkan lebih banyak orang di masjid, tetapi dia mungkin tidak melihat saya," sambungnya.


"Saya berlari ke belakang dan ketika saya berlari ke belakang saya melihat mayat lain di sana dan sebuah senjata tergeletak di sana, dan aku mengambil pistol itu," tuturnya.


"Saya melihat lebih banyak tembakan menembus masjid, dan saya mulai berteriak, 'Saya di luar, keluar'," serunya seperti dikutip dari Daily Express, Sabtu (16/3/2019).


Aziz, yang melarikan diri tanpa luka, mengatakan pelaku kemudian berlari kembali ke mobilnya.


"Dia masuk ke mobilnya dan saya baru saja mengambil pistol dan melemparkannya ke jendela seperti panah dan menghancurkan jendelanya," ujarnya lagi.


"Itu sebabnya dia takut," cetusnya.


Pria bersenjata itu kemudian mengangkat jari tengahnya ke atas dan berkata: "Kalian semua mati".


Aziz kemudian berlari mengejar kendaraan itu saat melaju di jalan.


Seorang pria bersenjata yang dicurigai ditangkap oleh dua petugas tak lama setelah kejadian itu. Diyakini dia sedang dalam perjalanan untuk melakukan serangan lebih lanjut ketika dia hentikan.


Petugas awalnya salah menangkap Aziz ketika mereka tiba di Masjid Linwood. Polisi kemudian membebaskannya ketika mereka menyadari bahwa dia bukan pelaku penyerangan.


Kisah Aziz hanyalah satu dari banyak cerita heroik akan muncul setelah salah satu serangan teror paling mematikan di Selandia Baru. Beberapa orang terbunuh ketika mereka menghadapi pelaku untuk mencoba menyelamatkan orang lain.


"Pada akhirnya kami semua akan mati juga," ujar Aziz bijak.


Pejabat imam Masjid Linwood, Latef Alabi memuji Aziz karena menyelamatkan banyak nyawa.


"Aziz mengejarnya dan itulah bagaimana kami diselamatkan. Kalau tidak, jika dia berhasil masuk ke masjid, maka kita semua mungkin akan meninggal," ujarnya.


Saturday, March 16, 2019

Akibat HOAX, Whatsapp Buat Fitur Deteksi Gambar

San Francisco - Penyebaran berita bohong atau hoaks tetap menjadi masalah konstan untuk WhatsApp. Oleh karena itu, layanan milik Facebook ini terus mengambil langkah-langkah untuk menekannya.

Laporan terbaru mengungkapkan bahwa WhatsApp tengah mengembangkan fitur baru yang akan memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi apakah gambar yang mereka terima adalah valid atau tidak.
Alat 'pencarian berdasarkan gambar' telah ditemukan oleh WABetaInfo dalam pembaruan 2.19.73 dari WhatsApp.
Fitur ini akan memungkinkan pengguna untuk mengunggah gambar yang diterima secara langsung ke Google sehingga mereka dapat menemukan gambar 'mirip atau sama' di internet.
Anda sudah dapat melakukan pencarian gambar terbalik di Google sehingga alat ini pada dasarnya memanfaatkan itu dari dalam WhatsApp.
Konteks tambahan itu diharapkan akan memungkinkan pengguna untuk memastikan keabsahan gambar yang mereka terima di WhatsApp.
Fitur ini belum diaktifkan di aplikasi dan WhatsApp belum mengatakan kapan mereka berencana melakukannya.

Karena telah dikembangkan, mungkin akan diluncurkan secara resmi untuk pengguna WhatsApp dalam beberapa pekan mendatang.
Fitur pencarian gambar terbalik yang mudah dan cepat di WhatsApp tentu akan berguna untuk mencegah penyebaran informasi yang salah pada aplikasi pesan lintas-platform terbesar di dunia, demikian lansir Ubergizmo.